Senin, 19 Januari 2009

KiSah ku....

Dengarkan kisahku...
Dengarkan,
tetapi jangan menaruh belas kasihan padaku..
kerana belas kasihan menyebabkan kelemahan, padahal aku masih tegar dalam penderitaanku..
Jika kita mencintai,
cinta kita bukan dari diri kita, juga bukan untuk diri kita.
Jika kita bergembira,
kegembiraan kita bukan berada dalam diri kita, tapi dalam Hidup itu sendiri.
Jika kita menderita,
kesakitan kita tidak terletak pada luka kita, tapi dalam hati nurani alam.
Jangan kau anggap bahawa cinta itu datang kerana pergaulan yang lama atau rayuan yang terus menerus.
Cinta adalah tunas pesona jiwa,
dan jika tunas ini tak tercipta dalam sesaat,
ia takkan tercipta bertahun-tahun atau bahkan dari generasi ke generasi.
Wanita yang menghiasi tingkah lakunya dengan keindahan jiwa dan raga adalah sebuah kebenaran,
yang terbuka namun rahsia..
ia hanya dapat difahami melalui cinta,
hanya dapat disentuh dengan kebaikan..
dan ketika kita mencuba untuk menggambarkannya ia menghilang bagai segumpal wap.

helllooooo....cmua.....!!!!

Hello! Myspace Comments

JaN9An LuPA di kcH ComMeNts YuA....SdiKit ktA dr Mu aMat beRarti Ba9i Qu Ho...Ho....

seDiKittt.....pANTUUUuuuuuunnnn...n_n


BeRsIsir duLu....
baRu berkaCa....
BiSmillah duLu...
baRu dibaCa....

Buat apa punya gitar
kalau tidak bìsa bernyanyi
buat apa punya pacar
kalau tidak bisa menghibur hati


ARDATH rokoknya lelaki
tapi MALRBORO lebih bergengsi
enaknya punya pacar SEXI
semua teman-teman kan jadi iri…

dimana ada sekolah
disitu ada ilmu
dimana ada cinta
disitu ada rindu

pergi keIrian beli busi
cukup sekian terima kasih....n_n

SeBuAh KaRya boNdan PRak0so & fAde to BlaCk mNjdi inSpiRasi HiduP w....

*HIDUP BERAWAL DARI MIMPI*

yo’ kujelang matahari dengan segelas teh panas
di pagi ini ku bebas, karna nggak ada kelas
di ruang mata ini kamar ini srasa luas
letih dan lelah juga, lambat lambat terkuras

teh sudah habis, kerongkongan ku pun puas
mulai ku tulis semua kehidupan di kertas
hari hari yang keras, kisah cinta yang pedas
perasaan yang was was, dan gerakku yang terbatas

tinta yang keluar dari dalam pena
berirama dengan apa yang kurasa
dalam hati ini ingin kuubah semua
kehidupan monoton penuh luka putus asa

Reff
tinggalkanlah gengsi, hidup berawal dari mimpi
gantungkan yang tinggi, agar semua terjadi
rasakan semua, peduli ‘tuk ironi tragedi
senang bahagia, hingga kelak kau mati

yo’ yo’ dunia memang tak selebar daun kelor
akal dan pikiran ku pun tak selamanya kotor
membuka mata hati demi sebuah cita-cita
mlangkah pasti, pena dan tinta berbicara

tetapkan pilihan tuk satu kemungkinan
sbagai bintang hiburan, dan terus melayang
tak heran ragaku, terbalut lebel mewah
cerminan seorang raja dalam crita Cinderella

ini bukan mimpi atau halusinasi
sebuah anugerah yang akan ku nikmati nanti
hasil kerja keras ku terbayarkan lunas.. tuntas..
melakoni jati diri sampe puas

Reff, hingga kelak kau mati..

akh.. jack.. one two yo’
jalan sedikit tersungkur terjungkir terbalik
mlangkah menuju titik, lakukan yang terbaik
ku ketatkan tekad dan niat agar melesat
sperti rudal squad, mimpiku kan kudapat

mencari tepuk tangan atas karya keringatku
bukan satu yang ingin aku tuju
naik ke’atas pentas, agar orang puas
dapat applause, cek atau pun uang kertas

yo’ cari sensasi ataupun kontroversi “uh-oh”
bukan caraku agar hidupku rekonstruksi
dari mimpi semua hal dapat terjadi
maka lemparkan sayap dan terbanglah yang tinggi

Reff3x
agar semua terjadi, hingga kelak kau mati..
agar semua terjadi, hingga kelak kau mati..

Senin, 15 Desember 2008

history of bondan prakoso fade to black


Bondan Prakoso adalah anak kedua dari tiga bersaudara pasangan dari Lili Yulianingsih dan Sisco Batara ini mengawali karirnya sebagai penyanyi cilik di era 80-an hingga awal tahun 90-an. Album perdananya yang bertitel Si Lumba-Lumba sukses dipasaran dan mencuatkan namanya.

Ditahun 1999, Bondan membentuk band Funky Kopral , sebagai bassis, hingga merilis 3 buah album. Bahkan album kedua band ini diganjar penghargaan AMI Sharp Awards ditahun 2001 untuk kategori Group Alternatif Terbaik. Ditahun 2003, Funky Kopral merilis album ketiga mereka dengan kolaborasi bersama Setiawan Djodi dengan hits singel Tokek dan lagi-lagi diganjar penghargaan AMI Sharp Awards ditahun 2003 untuk kategori Kolaborasi Rock Terbaik
Sayang, setelah album ketiga mereka dirilis, band ini bubar. Hingga ditahun 2005 ia memebentuk band baru bernama Bondan Prakoso & Fade 2 Black dengan genre musik Pop Rock yang dipadu dengan Rap. Dengan band barunya ini, Bondan diganjar penghargaan serupa, yakni AMI Sharp Awards ditahun 2008 untuk kategori Group Rap Terbaik.

Sebelumnya, ditahun 2006 Bondan bersama 12 orang pemain bass dari berbagai band di Indonesia seperti Thomas "GIGI", Rindra "Padi", Bongky "BIP", Adam Sheila on 7 dan bassis Indonesia lainnya diganjar penghargaan oleh MURI untuk penghargaan Penampilan Bassis terbanyak dalam satu panggung
Setelah berkolaborasi dengan Setiawan Djodi dan Funky Kopral, Bondan Prakoso mencoba berkolaborasi dengan Fade 2 Black, sebuah group hip hop Independent dari Bogor yang beranggotakan Tito, Eza dan Ari. Konsep yang disodorkannya pun tak main-main. Bondan & Fade 2 Black membuat konsep musik yang didalamnya terdapat aliran musik jazz, hip-hop, rock, techno dan funk yang diracik sedemikian dinamis dalam album perdana mereka yang dirilis pada tahun 2005 dan bertitel Respect
Di album ini, Bondan mencoba untuk memproduseri, mulai dari materi musik, arransemen, programing dan looping semua dia kerjakan sendiri. Bahkan istimewanya lagi, Bondan ikut juga mengisi vokal selain memainkan hampir semua instrumen di album ini. Dalam proses pembuatan album yang berisikan dua belas lagu ini, melibatkan juga musisi Jazz dari Indonesia yang telah Go Internasional seperti Rio Saharadja yang mengisi trompet dalam beberapa lagu. Album ini meraih penghargaan AMI Awards 2006 untuk kategori Best Rap.

Ditahun 2007, grup ini merilis album keduanya ayng bertitel Unity dengan hits singel lagu Kroncong Protol, campuran musik etnik dan modern. Dan lagi-lagi labum barunya ini diganjar penghargaan yang sama untuk kategori yang sama pula, yaitu penghargaan AMI Awards 2008 untuk kategori Best Rap.